Laporan AsterConference Jakarta

Acara AsterConference 2007 di Hotel La Grandeur Jakarta kemarin berlangsung cukup lancar. 8 Pembicara yang hadir masing-masing mempresentasikan berbagai macam hal yang berbeda-beda tetapi berpusat pada satu hal yang sama yaitu: Asterisk. Topik pembicaraan mencakup bagaimana Asterisk dilahirkan, berkembang dan menjadi aplikasi yang mendorong kemajuan pesat dalam teknologi telekomunikasi, khususnya telekomunikasi berbasis VoIP.

Dr. Daniel Ali Aman dari mscb.com, Malaysia, menunjukkan bagaimana Asterisk ‘punya gigi’ di Malaysia, bersaing ketat dengan perusahaan sekelas Cisco dalam menyediakan solusi IP PBX dan Call Center. Asterisk yang dijadikan solusi andalannya adalah Asterisk yang sudah dipaket dengan keandalan LinuxHA (Linux High Availability). Dia mencontohkan bagaimana aplikasi heartbeat dan drbd menjadikan Asterisk dapat melayani 1300 phone extensions tanpa gagal (shutdown, unavailable).

Mr. Doug Vilim dari Sangoma Technologies Inc (Kanada) tidak kalah seru dengan pembicara regional lainnya. Fokus materi yang dibawakannya adalah bagaimana Asterisk mencoba mengalihkan fungsi-fungsi yang sebelumnya ada di hardware seharga USD 16000 ke dalam bentuk software dan dijalankan di sebuah komputer biasa (PC). Namun dalam perjalanannya tidak semua sukses dengan baik, seperti echo cancellation yang terlalu banyak mengambil resource CPU dan ‘tap’ nya tidak sempit (menyebabkan kurang andal). Sangoma memindahkan kesulitan-kesulitan yang menghinggapi Asterisk dengan menciptakan hardware yang dapat menangani hal-hal berat tersebut.

Yang paling membosankan adalah mendengarkan Lintasarta mengiklankan dirinya sendiri. Sedikit sekali hubungannya dengan Asterisk (cenderung di-pas-kan saja). Tidak lain dan tidak bukan materi berfokus pada bagaimana sedemikian siapnya Lintasarta membantu pelanggan mengatasi masalah dalam jaringan dan menyediakan solusi nomor satu dalam jaringan. SLA 99,9% 99,99% dan 99,999% !

— tobe continued, keburu di telpon istri, minta jemput —

Advertisements

6 thoughts on “Laporan AsterConference Jakarta

  1. Pak Anton
    Saya punya pertanyaan. Jika saya mempunyai 2 buah infrastruktur jaringan yang satu wired sementara yang lainnya wireless, bisakah saya memblok agar jaringan wireless saya tidak dapat menelpon ke PSTN sementara yang wired bisa menelpon ke PSTN ? Jika memungkinkan, dari point manakah saya harus membloknya ? apakah dari settingan jaringannya atau dari Asterisknya etc.

    Trims

    Like

  2. Pak, dimana saya dapat beli hardware voip card?
    misal Digium card, atau sangoma, atau ATA..

    boleh tau hrganya untuk yang 4FXO dan 8 FXS?

    thx

    Like

  3. Bp. Paulus, setelah mengimplementasikan konfigurasi dari Mas Anton, bagaimana ulasan kinerja VoIP-nya?
    Mas Anton, ditunggu lanjutan tulisan sekilas pandangnya. Terimakasih.

    Like

  4. card dengan FXO digunakan untuk menyambung jaringan PSTN dengan jaringan IP, hanya itu gunanya card tersebut. topologi nya kira2 begini:

    (kabel rj45) internet —> (modem ADSL) gateway (card digium FXO) —-> PSTN (kabel rj11)

    Like

  5. Apakah kita bisa menggabungkan dua jaringan berbeda yaitu internet dan PSTN dengan hanya menggunakan satu line telepon yang dilengkapi fasilitas Speedy, yang dihubngkan ke sebuah PC ber Astersk

    Ditunggu kabarnya, terimakasih

    Like

  6. Apakah saya dapat menggabungkan jaringan PSTN dan jaringan Internet dengan menggunakan :
    1. sebuah PC yang diinstal Asterisk ditambah card digium FXS FXO,
    2. menggunakan layanan Speedy untuk internet dan telepon rumah untuk PSTN, dimana keduanya sudah dalam satu kabel telepon.

    Ditunggu informasi bapak.

    Saya hadir pada Asterconverence, dari PT. Astra Honda Motor.

    Like

Comments are closed.